Minyak sawit kerap dibicarakan sebagai komoditas ekspor, bahan baku pangan dan energi, sekaligus sumber konflik lahan dan kerusakan lingkungan. Namun, industri ini tidak tumbuh semata-mata karena tanaman sawit cocok dengan iklim tropis atau permintaan pasar meningkat. Perkembangannya juga dibentuk oleh kekuasaan kolonial, kebijakan pembangunan, perubahan tata guna lahan, dan hubungan kerja yang timpang. Menelusuri sejarah industri sawit Indonesia berarti melihat bagaimana sebuah tanaman menjadi bagian dari proyek ekonomi dan politik yang lebih luas—dari perkebunan kolonial di Sumatra hingga ekspansi perusahaan dan kebun rakyat pada masa kontemporer. Kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini masuk ke Asia Tenggara pada abad ke-19, mula-mula sebagai tanaman koleksi botani, bukan sebagai komoditas perkebunan. Salah satu kisah yang kerap disebut dalam sejarah awal sawit Indonesia adalah penanaman beberapa bibit di Kebun Raya Bogor pada 1848. Dari kawasan...
Akhir-akhir ini penulis menemukan banyak postingan yang menempatkan Daendels sebagai korban fitnah sejarah Indonesia, Pejabat lokal adalah pelaku korupsi uang pengerjaan jalan pos Anyer-Panarukan, Belanda tidak mengeksploitasi alam Indonesia, 350 tahun dijajah hutan utuh berbanding 80 tahun merdeka hutan habis dan masih banyak lagi. Penulis penasaran apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga banyak narasi seperti ini? Lebih mengherankan adalah netizen Indonesia di sosial media yang menginginkan dijajah kembali Belanda. Menyesali kemerdekaan yang sudah diperjuangkan sebab pengurus negara yang kian bobrok. Jadi berdasarkan yang penulis temukan postingan semacam itu adalah bentuk whitewashing. Whitewashing merupakan narasi yang dibangun dengan merubah pelaku menjadi korban. Mengesampingkan fakta dan narasi yang menjadikan tokoh atau negara sebagai pelaku berdasarkan bukti yang baru saja ditemukan dan lemah kekuatannya. Fenomena ini terjadi diduga ada rasa muak masyarakat terhad...