Langsung ke konten utama

Postingan

Netizen Indonesia dan Whitewashing Kolonial Belanda

  Fenomena Whitewashing Kolonial Belanda Halo kawan sejarah, penulis akhir-akhir ini menemukan banyak postingan yang menempatkan Daendels sebagai korban fitnah sejarah Indonesia, Pejabat lokal adalah pelaku korupsi uang pengerjaan jalan pos Anyer-Panarukan, Belanda tidak mengeksploitasi alam Indonesia, 350 tahun dijajah hutan utuh berbanding 80 tahun merdeka hutan habis dan masih banyak lagi. Penulis penasaran apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga banyak narasi seperti ini? Lebih mengherankan adalah netizen Indonesia di sosial media yang menginginkan dijajah kembali Belanda. Menyesali kemerdekaan yang sudah diperjuangkan sebab pengurus negara yang kian bobrok.   Jadi berdasarkan yang penulis temukan postingan semacam itu adalah bentuk whitewashing. Whitewashing merupakan narasi yang dibangun dengan merubah pelaku menjadi korban. Mengesampingkan fakta dan narasi yang menjadikan tokoh atau negara sebagai pelaku berdasarkan bukti yang baru saja ditemukan dan lemah kekua...
Postingan terbaru

Dari Kommunalka hingga Brezhnevka: Arsitektur, Ideologi, dan Transformasi Sosial di Uni Soviet

Dari Kommunalka hingga Brezhnevka: Evolusi Arsitektur, Ideologi, dan Transformasi Sosial Perumahan di Uni Soviet Perumahan di Uni Soviet lebih dari sekadar kebutuhan dasar; ia merupakan bagian integral dari proyek besar negara dalam membentuk masyarakat modern yang kolektif, terorganisasi, dan industrial. Sejak Revolusi Bolshevik 1917 hingga masa reformasi terakhir di bawah kepemimpinan Mikhail Gorbachev, pembangunan perumahan secara konsisten dipengaruhi oleh dinamika politik, ekonomi, dan ideologi negara. Dalam kerangka negara sosialis seperti Uni Soviet, pemerintah memegang kendali utama dalam menentukan bentuk dan distribusi ruang perkotaan. Pembangunan kota tidak berkembang secara alami melalui mekanisme pasar, melainkan melalui perencanaan terpusat yang dirancang secara sistematis. Oleh karena itu, apartemen Soviet menjadi simbol hubungan antara negara dan masyarakat: merepresentasikan efisiensi produksi, pemerataan akses hunian, kontrol sosial, serta usaha modernisasi urban. Awa...

Naditira Pradeca: Sungai, Desa, dan Keseimbangan Negara Jawa Klasik

  Naditira Pradeca: Sungai, Desa, dan Keseimbangan Negara Jawa Klasik Naditira pradeca merujuk pada satuan permukiman yang tumbuh di tepian sungai-sungai besar Jawa, terutama Bengawan Solo dan Brantas, sejak masa awal Majapahit. Dalam kerangka Kehidupan desa di aliran sungai di  Jawa abad ke-13 hingga ke-14, sungai tidak dipahami semata sebagai unsur alam, melainkan sebagai infrastruktur sosial yang menentukan arah ekonomi, mobilitas penduduk, serta legitimasi politik. Istilah naditira pradeca secara harfiah menunjuk desa yang menghadap sungai, hidup dari air, dan mengatur dirinya mengikuti denyut arus perdagangan dan penyeberangan. Dalam imajinasi kesejarahan Jawa, desa-desa sungai ini tidak berdiri sebagai pinggiran pasif dari pusat kekuasaan. Sebaliknya, mereka berfungsi sebagai simpul aktif yang menopang stabilitas kerajaan. Dari ruang-ruang inilah Majapahit memperlihatkan watak negara yang tidak alergi terhadap kearifan lokal. Alih-alih menyeragamkan, kerajaan justru me...

Ekonomi Kerakyatan dan Ketimpangan Sosial di Indonesia

  Pendahuluan: Sebuah Gambaran Umum Memasuki pertengahan tahun 2025, ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup kuat setelah berbagai gejolak global seperti krisis energi, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian pasar finansial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,12% pada triwulan II tahun 2025, sedikit meningkat dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, ekspor komoditas utama, serta stabilitas moneter yang relatif terjaga. Namun dibalik angka pertumbuhan yang tampak menjanjikan tersebut, tersimpan sebuah ironi sosial yang mencerminkan jurang ketimpangan yang kian melebar. Kaum proletar dan rakyat kecil kian terdesak oleh kekuatan borjuasi modern yang menguasai sektor finansial, industri besar, dan politik kebijakan. Kelas menengah, yang semestinya menjadi penyeimbang, justru semakin terbebani oleh inflasi, stagnasi pendapatan, serta ketidakpastian pekerjaan...